Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Perumahan Murah & Terjangkau Jogja Selatan 2020 – bagian 2

    Perspektif kawasan rumah tipe 30 Prasada Green VIllage
    Perspektif rumah tipe 30 Cluster Triwidadi
    Rumah standar tipe 30 Arthaka Village
    Perspektif sket tipe 30 Grahatama Hills
    Rumah standar tipe 30 perumahan Griya Argatama

    Prasada Green Village dan Cluster Triwidadi menjadi beberapa pilihan kawasan rumah murah bersubsidi terbaru yang hadir di area kecamatan Sedayu dan Pajangan Kabupaten Bantul. “Prasada Green Village berada di dusun Kepuhan, Argorejo Sedayu. Terhubung dengan poros Jalan Raya Wates Km. 11 serta jalur alternatif Sedayu – Srandakan menuju Bandara Yogyakarta International Airport Kulon Progo,” papar Suci Puryani Dewi, selaku Direktur PT Cita Prasada Mulia. Sedangkan Cluster Triwidadi berlokasi di Jalan Lereng Wisata, Dusun Guwo, Triwidadi, Pajangan.

    “Kami akan hadirkan 201 unit rumah dan saat ini kami sediakan tipe standarnya dengan luas bangunan 30 m² dengan lahan 60 m², yang dijual di angka 150 jutaan. Prasada Green Village mendapatkan respon positif dari calon konsumen, khususnya konsumen lokal Jogja baik wiraswasta, pegawai swasta, dan tentu saja para PNS,” paparnya.

    “Walaupun rumah yang kami bangun merupakan rumah subsidi, namun dari segi kualitas bisa kami pertanggung jawabkan. Dengan spesifikasi teknis pondasi batu gunung, beton bertulang, pasangan bata merah, rangka atap baja ringan, lantai keramik, kusen alumunium, listrik 900 watt, dan air bersih PDAM,” papar Uci. Saat ini progress di lapangan sedang dalam tahap land clearing dan selanjutnya proses and field lahan, karena kondisi kontur kawasan Prasada Green Village berada di area berkontur perbukitan.

    Selanjutnya untuk kawasan Cluster Triwidadi, kawasan perumahan yang juga menyasar kelas rumah murah bersubsidi. Sebenarnya kawasan ini sudah lebih dahulu dipasarkan sejak 2017 dan sudah laku 70 unit rumahnya. Per Agustus 2019, dilakukan restrukturisasi dengan beralih kepemilikan secara hukum, dan berada sepenuhnya kendali dan wewenangnya dikelola oleh PT Bumi Arofatona Selaras, seperti disampaikan Eri Kurniawan selaku Direktur-nya.

    Dengan manajemen yang baru ini, kami juga akan teruskan lagi pemasaran sisa 16 unit kavlingnya, dengan konsep rumah murah bersubsidi. Kami memang berkomitmen untuk terus menggarap pasar rumah murah dan rumah murah bersubsidi di DIY. Untuk tipe yang dijual, saat ini kami hadirkan semua tipe 30/60 , yang di 2020 ini dijual 150 jutaan,” ungkapnya.

    Rumah subsidi menjadi magnet besar karena konsumen akan mendapatkan berbagai keuntungan dan kemudahan, subsidi bunga, DP mulai 8 juta, cara bayar melalui KPR perbankan (BTN-red) dengan bunga kredit hanya 5 % atau angsuran 950 ribu per bulan untuk jangka waktu kredit 20 tahun,” terang Eri.

    Lebih lanjut Eri dan Uci menyampaikan, tantangan pengembang rumah bersubsidi semakin terjal. Contohnya belum jelasnya kuota yang akan diberikan Pemerintah pusat, adanya perubahan kebijakan birokrasi legalitas yang disyaratkan perbankan, serta proses legalitas di pemda yang sering berbeda dengan juklak - juknis yang di syaratkan oleh Kementerian PUPR. “Walaupun demikian, kami berharap dukungan teknis dari seluruh stakeholder khususnya di wilayah DIY untuk bisa membantu kinerja kami selaku developer rumah murah subsidi. Dan kepada seluruh masyarakat dan konsumen dimohon untuk lebih bersabar dengan proses yang sedang berjalan, mulai dari screening KPR untuk disetujui tidaknya oleh perbankan serta proses menuju akad kredit KPR-nya.”

    Tidak jauh dari lokasi ini telah berdiri SD Islam Al-Azhar 38, menyusul akan dibangun Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (UII), dekat dengan kawasan kampus STIE Hamfara dan ke depan akan hadir Kampus Terpadu UIN di kecamatan Pajangan. Dengan berdirinya kampus di daerah tersebut dapat dipastikan daerah tersebut akan cepat berkembang pesat,” pungkas Uci dan Eri optimis.

    Arthaka Village menjadi sebagai salah satu kawasan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yaitu rumah murah bersubsidi. Kawasan yang berlokasi di Sindet, Trimulyo, Jetis, Bantul ini mulai dibuka Februari 2019 lalu. Rencana PT. Drihatra Kertagriya Arthaka akan menghadirkan sebanyak 82 unit rumah murah bersubsidi. Dari segi kawasan, Arthaka Village memiliki aksesibilitas yang baik untuk menjangkau dan dijangkau. Terhubung dengan poros Jalan Imogiri Timur Km.12,5. Secara akses relatif dekat dengan fasilitas umum, baik pusat perekonomian, fasilitas kesehatan, kawasan wisata baik alam maupun budaya, serta sarana transportasi umum.

    Disampaikan Hajar Pamunde, selaku Direktur PT. Drihatra Kertagriya Arthaka, “Pemerintah masih akan menyediakan program bantuan rumah bersubsidi pada tahun 2020. Program rumah subsidi yang akan dilanjutkan 2020 adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan (SBUM), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Sementara itu, program subsidi selisih bunga (SSB) akan dihentikan mulai 2020. Meskipun demikian, masyarakat
    Yang masih menerima subsidi sampai 2019 tidak perlu khawatir, karena pemerintah masih akan melanjutkan subsidi untuk program yang sedang berjalan. Namun untuk pelaksanaan teknisnya, diperlukan alternatif solusi untuk mewujudkan kebutuhan masyarakat dengan penyediaan rumah tinggal yang terjangkau. Khususnya sinkronisasi antara kebijakan pusat dengan kebijakan perbankan dan pemda setempat, “ terangnya serius.

    Untuk mendapatkan rumah murah bersubsidi masyarakat sebagai konsumen harus memenuhi persyaratan yang ditentukan. Di antaranya, penghasilan maksimal 4,5 juta, harus ditempati sendiri, rumah pertama, dan tak akan diperjual belikan selama 5 tahun ke depan.

    “Untuk 2020 rumah murah subsidi di Pulau Jawa telah ditetapkan seharga Rp 150 jutaan dengan menyediakan opsi hunian tipe 30/60,” imbuh Kang Hajar, sapaan akrabnya. Dengan uang muka 8 juta , jika jangka waktu angsuran selama 10 tahun maka cicilan dikisaran 1,5 jutaan per bulan, jika tenornya 15 tahun cicilannya 1,1 jutaan per bulan, dan apabila jangka waktu KPR nya 20 tahun maka konsumen hanya membayar cicilan dikisaran 950-an ribu per bulan. Syarat lain yang dipenuhi adalah menyiapkan biaya-biaya KPR + Notaris sekitar 13,5 jutaan yang harus di lunasi saat Akad.

    Ketentuan KPR Bersubsidi FLPP yaitu uang muka mulai 1%, suku bunga 5% tetap selama jangka waktu KPR, sudah termasuk premi asuransi jiwa dan asuransi kebakaran, dengan jangka waktu KPR bisa sampai 20 tahun. "Sampai akhir Maret 2020, unit rumah di Arthaka Village sudah terjual 80 %. Sebuah respon yang sangat sangat antusias, khususnya dari pasar lokal Jogjakarta. Kami juga sudah PKS dengan Bank BTN untuk penyaluran kredit KPR Rumah Bersubsidi ini, jadi calon konsumen tidak usah khawatir terhadap kelengkapan legalitas perumahan kami. Namun konsumen kami mohon untuk bersabar, karena secara teknis pemberkasan dan birokrasi untuk menuju Akad KPR Rumah Subsidi membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena melibatkan berbagai pihak terkait seperti perbankan, notaris, dan pemda setempat,” terang Hajar Pamunde.

    Bangunan perumahan Arthaka Village ini mempunyai tipe standar 27 atau tipe 30, dengan luasan kavlingnya 60 dan lebar depan fasad bangunan 6 meter . Masing-masing tipe memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Setiap rumah memiliki opsi pengembangan atau penambahan ruangan karena lahan dibagian belakang yang masih relatif memadai untuk pengembangan. “Untuk spesifikasi teknis bangunan kami pasti mengusahakan kualitas bahan bangunan tak asal-asalan dan murahan. Struktur beton bertulang dengan dinding bata merah, plafon, kusen kayu, aliran air dari PDAM serta aliran listrik PLN berdaya 900 W atau 1300 W,” papar Hajar Pamunde.

    Grahatama Hills menjadi kawasan hunian yang terbaru yang berhasil dihadirkan oleh developer PT Devcorena Cipta Grhatama di Bawuran Pleret Bantul. Sebelumnya developer sudah terlebih dahulu membuka lokasi perumahan subsidi di wilayah Bantul lainnya, yakni Griya Argatama.

    Secara lokasi, Grahatama Hills berada di poros Piyungan – Pleret yang terhubung dengan Jalan Imogiri Timur. Dengan akses relatif dekat dengan pasar tradisional, Stadion Sultan Agung, wisata kuliner sate klatak Jejeran, hanya 15 menit menuju Ringroad Selatan Giwangan.

    “Kami memang berkomitmen untuk mau dan mampu menggarap pasar rumah murah di Jogjakarta. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan), dan yang terbaru akan ada tambahan kuota rumah subsidi ini pemerintah akan menggunakan pola Subsidi Selisih Bunga (SSB), namun, periode subsidi bunga program ini hanya sampai 10 tahun saja. Dan kami berkomitmen untuk hal tersebut, “ terang Tony Andriyansah, selaku Marketing Manager PT Devcorena Cipta Grhatama.

    Ditahap pertama perumahan tersebut sudah berhasil menjual unit-unit kepada pasar dalam tempo yang sangat singkat. “Untuk rumah murah bersubsidi Grahatama Hills tahap 1 sudah terjual keseluruhan, saat ini kami masih menyiapkan pengembangan dan penjualan tahap 2 –nya dengan rencana menghadirkan 270 unit rumah tinggal. Karena animo masyarakat lokal Jogja terhadap kehadiran Grahatama Hills sangat antusias bahkan sudah memakai metode waiting list,” lanjutnya.

    “Konsumen kami pun beragam, keluarga muda yang baru pertama kali memiliki rumah, baik PNS maupun pegawai swasta serta wiraswasta,” “Bagi yang berminat, konsumen bisa menyiapkan DP 5% saja. Kami juga sudah bekerja sama (PKS) dengan Bank BTN dan perbankan pemerintah lainnya untuk penyaluran kredit KPR Subsidi nya, jadi masyarakat tidak usah khawatir dan was was terhadap status legalitas perumahan kami,” imbuh Lukito selaku Marketing Staff-nya.

    Meskipun tergolong rumah murah, namun pihaknya tetap mengedepankan kualitas bangunan sebagai syarat mutlak pembangunan rumah. "Untuk spesifikasi teknis bangunan kami pasti mengusahakan kualitas bahan bangunan tak asal-asalan. Struktur beton bertulang dengan dinding bata merah, plafon, kusen kayu, aliran air dari PDAM serta aliran listrik PLN berdaya 900 W sampai 1300 Watt. Bangunan perumahan Grahatama Hills mempunyai tipe standar bangunan yaitu tipe 27 atau tipe30 dengan luas kavling 60 m². Masing-masing tipe memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu sekaligus ruang keluarga dan dapur. Setiap kavling rumahnya memiliki opsi untuk pengembangan ruangan dibagian belakang.

    Adapun perumahan sebelumnya yakni Griya Argatama, yang berlokasi di dusun Sindet, desa Trimulyo, kecamatan Jetis, kabupaten Bantul saat ini telah memasuki pembangunan tahap akhir atau masuk tahap 3 dengan menyisakan beberapa unit terakhir, baik rumah murah subsidi maupun rumah komersil terjangkau non subsidi. Dari segi kawasan, Grahatama Hills memiliki aksesibilitas yang baik untuk dijangkau. “Untuk rumah murah bersubsidi sudah terjual keseluruhan, saat ini kami masih menyisakan unit-unit akhir khusus rumah non subsidi, dengan kisaran harga 190 jutaan, harga yang masih sangat bisa di jangkau masyarakat lokal,” terang Andri.

    Bangun Graha Metes menjadi salah satu kawasan hunian di Kabupaten Bantul yang menyediakan rumah murah bersubsidi dan rumah komersial terjangkau persembahan developer PT Tiga Bangun Graha. Setelah sukses dengan proyek perumahan murah bersubsidi sebelumnya, yakni Bangun Graha Sedayu dengan 1,1 hektar dan berhasil menghadirkan 107 rumah, kini developernya melanjutkan pengembangan kawasan hunian untuk rumah murah bersubsidi maupun rumah komersial terjangkau di dusun Metes Kelurahan Argorejo Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul.

    Daerah sekitar jalan Jogja - Wates dan sekitarnya kini sedang menjadi kawasan banyak dibidik oleh para pengembang. Ditambah lagi dengan telah beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, menjadikan kawasan Jalan Wates ini semakin prospektif sebagai lokasi hunian. Perumahan ini menawarkan aksesibilitas yang baik untuk menjangkau berbagai sarana pembangkit lingkungan seperti, SD Budi Mulia, SMP-SMA Kesatuan Bangsa, Waterpark CitraGrand Mutiara, Universitas Mercubuana, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping, dan berbagai swalayan modern di sepanjang Jalan Wates.

    Berlokasi di poros Jalan alternatif Pajangan – Sedayu, terhubung menuju jalan Wates Km. 10, Bangun Graha Metes menawarkan sebuah hunian terjangkau di area perbukitan yang prospektif nilai investasi ke depannya. Dengan menghadirkan 81 unit kavling di atas lahan 9200 m² yang aksesibilitasnya mudah dijangkau sejak tahun 2018 lalu. Lebih lanjut Yoga menambahkan, pasar hunian terjangkau kelas menengah semakin besar, karena didukung para pendatang di Jogja yang ingin menimba ilmu atau bekerja selalu membutuhkan rumah untuk tempat tinggal, atau para pensiunan yang ingin menikmati hari tua di Jogja mendapat porsi yang cukup besar dalam pasar properti Jogja.

    Untuk progress pemasaran sendiri, PT Tiga Bangun Graha sudah berhasil menjual seluruh blok area yang diperuntukkan untuk rumah murah bersubsidi. “Setelah permintaan pasar rumah murah bersubsidi yang total kami sediakan, yakni 57 unit sudah terjual semua, kini kami memberikan penawaran kepada masyarakat, khususnya yang sedang mencari rumah terjangkau non subsidi, dengan range harga mulai 250 – 350 jutaan,” papar Yoga Pratama, selaku Staf Pemasaran saat ditemui di kantor Pemasaran di Jalan Wates Km. 10,5 atau tepatnya di Timur PLN Sedayu.

    PT Tiga Bangun Graha sendiri lebih mengusung sebuah konsep hunian asri yang nyaman dan ekonomis. Menerapkan konsep one gate system, hunian di kawasan Perumahan Bangun Graha Metes ini lebih bergaya minimalis tropis. Saat ini progress pembangunan Bangun Graha Metes sedang memasuki tahap pengerjaan persiapan di lokasi untuk selanjutnya dilakukan pembangunan unit serta beberapa fasilitas penunjang perumahan. Untuk kawasan blok area yang diperuntukkan sebagai rumah murah subsidi bahkan sudah 44 unit rumah terbangun, dan 26 unit rumah murah subsidi tersebut sudah diserahterimakan ke konsumen.

    Graha Bangun Metes menawarkan 24 unit rumah komersil terjangkaunya dengan standar tipe 36 dan luas tanah 72 m². Menurut Yoga Pratama, “Tipe 36 merupakan tipe favorit yang banyak dicari konsumen kelas menengah Jogja. Tipe 36 ditawarkan dengan harga berkisar 290 jutaan, dan untuk masa harga perdana ini, diberikan free biaya-biaya”, terangnya. Bagi konsumen yang tertarik mengambil unit rumah di Graha Bangun Metes dengan cara KPR, pihak developer pun sudah melakukan kerjasama PKS dengan perbankan penyedia kredit pemilikan rumah, yakni BTN dan BPD DIY. Wahyu Pras- red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain