Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Menyusuri Karya Seni Nan Klasik di LORONG HOMESTAY

    Menyusuri Karya Seni Nan Klasik di LORONG HOMESTAY
    Nuansa rustic Omah Mburi berpadu sentuhan alami
    Fasilitas dapur & ruang makan Omah Mburi
    Kamar tidur bergaya rustic dengan dominasi kayu
    Sudut kamar yang menampilkan banyaknya bukaan dan Fasilitas dapur Omah Ngarep

    Perkembangan kota Jogjakarta sebagai kota tujuan wisata tak pelak menjadi peluang bagi para pelaku wisata untuk mempersiapkan berbagai fasilitas penunjangnya, salah satunya dari sektor hospitality, yaitu hotel dan penginapan. Diperlukan berbagai terobosan dari para pelaku usaha pariwisata untuk menghadirkan penginapan dengan konsep yang cukup unik dan dapat memberikan kenyamanan tanpa meninggalkan unsur identitas kota Jogja sebagai kota budaya.

    Perpaduan antara unsur klasik nan artsy dan alam itulah yang berusaha dihadirkan oleh Lorong Homestay kepada tamu yang ingin menikmati suasana yang masih asri di sisi Barat Daya kota Jogja. Kombinasi nuansa persawahan serta material kayu lawasan menjadi unsur yang sangat menonjol dan mendominasi penginapan yang beralamat di kawasan kampung seni Nitiprayan No. 1, Dusun Jeblok RT 01, Dukuh 3, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta tersebut. Lorong Homestay mencoba menawarkan konsep homestay yang kental akan unsur klasik dan alami dengan sentuhan seni. Disebut kampung seni karena di kawasan ini sejumlah galeri maupun komunitas seni tumbuh, menciptakan beragam aktivitas artistik di tengah-tengah warga.

    Mengenai penamaannya, homestay yang berdiri sejak 2017 tersebut mengambil kata 'lorong' dari bentuk penginapan yang memanjang ke belakang dan diapit dua bangunan pada sisi kanan kirinya sehingga bentuknya nampak seperti sebuah lorong. “Dulu awalnya sekitar 4 tahun yang lalu, galeri seni terlebih dahulu yang dibangun dengan nama Galeri Lorong sebagai wadah bagi para seniman lokal untuk menampilkan hasil karyanya di sini. Kemudian dua tahun berselang baru dibangun penginapan dan diberi nama Lorong Homestay. Nama 'lorong' sendiri dipakai selain memang dari awal sudah digunakan sebagai nama galeri, namun juga berdasarkan bentuk penginapan ini yang cenderung memanjang ke belakang layaknya sebuah lorong,” cerita Mukti Anggoro selaku Operational Manager Lorong Homestay.

    Homestay yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1200 m² tersebut menyajikan suasana menginap yang sederhana namun akan memberikan kesan tersendiri bagi tamu. Lokasinya yang berada di area persawahan cukup menjamin ketenangan bagi wisatawan yang menginap di Lorong Homestay. Nampak sekilas bangunan homestay tersebut tidak seperti bangunan penginapan pada umumnya, dimana kebanyakan penginapan yang lain lebih menyajikan kemewahan sejak dari luar bangunannya. Lorong Homestay menampilkan muka bangunan rumah pada umumnya dengan dominasi unsur kayu dan sentuhan nuansa natural. Namun, siapa sangka jika di balik dinding bangunan tersebut terdapat sebuah penginapan dengan konsep tematik.

    Nampak dari fasad penginapan yang mengusung bangunan recycle tersebut digunakan sebagai coffee shop. Konsep kafe bergaya santai dan informal bernama Saorsa Kopi tersebut juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi tamu yang menginap, sebab mereka tidak perlu jauh-jauh mencari coffee shop lain ketika ingin menikmati sajian kopi. Melangkah lebih jauh ke dalam area penginapan, terdapat sebuah bangunan yang difungsikan sebagai stock room. Ruangan tersebut digunakan sebagai tempat untuk memajang karya seni dari beberapa seniman lokal Jogja. “Jadi selain sebagai penginapan, di sini kami juga menyediakan wadah bagi para pelaku seni, khususnya di Jogja dengan menyediakan galeri dan stock room. Setiap tahun juga terdapat beberapa agenda pameran dan kajian seni yang terbuka bagi masyarakat umum,” imbuh Thole, sapaan akrab dari Mukti Anggoro.

    Beralih menuju area penginapan yang memiliki total 6 kamar tersebut, area kamar terbagi menjadi dua bangunan utama yang diberi nama Omah Ngarep dan Omah Mburi. Dalam penamaan masing-masing kamar juga menggunakan nama-nama dari tokoh Punakawan dalam tradisi pewayangan Jawa, seperti Semar, Bagong, Gareng, Petruk, Togog, dan Mbilung. Alasan mengapa dipilih nama-nama tersebut karena mempunyai filosofi sebagai pengayom, begitu juga Lorong Homestay yang diharapkan dapat menciptakan suasana akrab dan menjadi 'kawan' yang dapat memahami kebutuhan tamu yang menginap. Pada bagian Omah Ngarep yang berbentuk layaknya sebuah rumah panggung dimana terdapat dua kamar tidur, Togog dan Mbilung.

    Bangunan utama Omah Ngarep sendiri memiliki desain arsitektur yang unik dengan material recycle mendominasi di segala sudut bangunan. Pada bagian atapnya juga didesain berbentuk segitiga asimetris yang menampilkan kesan unik. Di sekeliling bangunan juga terdapat taman yang memperkuat nuansa alami yang sejuk. Jalan setapak dengan batuan alam semakin menambah nuansa natural pada area Omah Ngarep. Sisi depan bangunan terdapat sebuah meja memanjang yang didesain sekaligus sebagai pagar dengan beberapa stool kayu tertata rapi untuk bersantai bagi tamu. Tepat berada di antara dua kamar tidur, terdapat sebuah dapur sebagai fasiitas dari penginapan ini. “Lorong Homestay memang sengaja tidak menyediakan fasilitas sarapan pagi untuk tamu yang menginap, namun kami menyediakan fasilitas dapur bersama yang dapat digunakan tamu untuk memasak makanan mereka. Selain itu, untuk fasilitas kamar juga tidak disediakan AC, karena desain kamarnya sendiri memang sudah banyak bukaan jendela dan kaca sehingga sirkulasi udara di dalam ruangan tetap sejuk,” papar Thole.

    Memasuki ruangan kamar tidur, nuansa klasik benar-benar begitu terasa dengan aplikasi panel-panel pintu dan jendela lawasan serta furnitur yang digunakan, ditambah dengan dinding batu bata ekspos yang semakin memperkuat kesan klasik kamar tidur. Ranjang tidur kayu dengan paduan bed cover bermotif kain tradisional serta kain tirai pada jendela menggunakan kain lurik, benar-benar membuat nuansa vintage yang kuat di dalam kamar tidur. Setiap kamar dilengkapi bathroom dengan fasilitas modern yang akan menjamin kenyamanan tamu yang menginap. Pada sisi kamar mandi tersebut juga tidak lepas dari sentuhan unik di dalamnya, yaitu aplikasi lantai keramik dengan warna-warna random dan terkesan rustic.

    Melangkah menuju bangunan Omah Mburi, terdapat total 4 kamar tidur di area ini. Selain kamar tidur, ditempat ini juga terdapat fasilitas berupa ruang makan dan juga ruang tamu di lantai atas yang dapat digunakan tamu untuk mengobrol. Aplikasi pintu dan jendela dengan kesan rustic yang terpasang hampir di seluruh sisi dinding bangunan menampilkan kesan unik dan artistik. Kamar tidur pada Omah Mburi ini memiliki view langsung menuju area persawahan di belakang penginapan nan hijau, terutama kamar yang letaknya di lantai atas. Pada lantai atas juga terdapat sebuah space sebagai area bersantai yang letaknya tepat di tengah dari kamar-kamar tidur. Table set kayu klasik nampak tertata rapi pada salah satu sudut selasar lantai atas. “Mayoritas material memang material lawas yang sebagian besar adalah barang koleksi milik owner, seperti pintu dan jendela bahkan kayu-kayunya. Kalau diperhatikan memang dekorasi bangunannya banyak yang asimetris, jendela satu dengan yang lain bentuknya berbeda. Namun justru yang seperti itu menampilkan kesan eksentrik dan berseni,” ujar Thole.

    Dari sisi harga yang ditawarkan, Lorong Homestay mematok harga merata untuk semua kamarnya yaitu 350 ribu rupiah per malamnya. Tentunya harga tersebut terbilang cukup terjangkau mengingat pengalaman menginap yang akan didapatkan tamu Lorong Homestay. “Sejauh ini untuk tamu yang menginap didominasi oleh wisatawan lokal Jogja. Kebanyakan dari mereka menginap di sini untuk mencari suasana sepi dan untuk menenangkan diri. Namun beberapa tamu juga ada yang berasal dari luar kota maupun mancanegara, terutama saat ada event kesenian di Jogja,” pungkas Thole. Farhan-red

    LORONG HOMESTAY
    Jl. Nitiprayan No. 1, Dusun Jeblok RT 01, Dukuh 3,
    Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

    Telp. : (0274) 4283089 / 081329239869

    Instagaram : loronghomestay

    www.loronghomestay.com

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain