Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Makan Mewah Di Pinggir Sawah, Olah Rasa Ayongé Cafe And Resto

    Makan Mewah Di Pinggir Sawah, Olah Rasa Ayongé Cafe And Resto
    Coffee Bar dengan bangunan bergaya klasik
    Furnitur kayu bergaya natural senada dengan konsep yang diusung
    Spot foto bertema geladak kapal laut
    Aneka menu AYONGÉ CAFE AND RESTO

    Berwisata kuliner sekaligus menikmati suasana resto yang nyaman adalah dambaan setiap orang. Selain tujuan bersantap adalah untuk mengenyangkan perut, kenyamanan tempat pun turut menjadi pertimbangan yang tidak dapat dikesampingkan. Salah satu destinasi wisata kuliner di kawasan Jogja bagian Barat yang tepat untuk memenuhi persoalan di atas adalah Ayongé Cafe and Resto. Resto yang mulai beroperasi sejak bulan Desember 2020 tersebut hadir dengan sajian berbagai makanan nusantara hingga menu-menu western yang menggugah selera. Ayongé sendiri mengangkat konsep garden yang sarat akan unsur batu alam dan tanaman hijau pada sudut-sudut areanya. Restoran tersebut hadir bagi Anda yang ingin bersantap sembari menikmati suasana teduh yang nyaman dan menenangkan, membuat betah untuk berlama-lama menghabiskan waktu di tempat ini.

    Penamaan resto yang berada di Jalan Wates Km. 8, Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta tersebut diambil dari nama panggilan putri dari owner yang bernama Airi. Ayonge sendiri merupakan nama panggilan sehari-hari sang anak yang diberikan oleh ayahnya. “Sebenarnya Ayonge sendiri merupakan nama panggilan sehari-hari yang diberikan owner untuk putrinya. Untuk arti sebenarnya saya sendiri juga kurang paham ya, namun akhirnya nama tersebut yang dipakai untuk penamaan resto ini,” cerita Syaila Dannya, pengelola Ayongé Cafe and Resto.

    Tempat makan yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 400 m² tersebut mempunyai cerita panjang yang melatar belakangi pembangunannya. Berawal saat tahun 2017, owner menyewa tempat ini yang masih berupa bangunan bekas bengkel motor untuk dijadikan tempat usahanya. Di bagian belakang terdapat area yang masih dipenuhi tumbuhan-tumbuhan liar dan terkesan tidak terurus. Saat tumbuhan liar tersebut dibersihkan, barulah nampak area persawahan di bagian belakang yang begitu asri. Dari situlah pemilik mempunyai ide untuk membuat tempat makan berkonsep natural dengan view area persawahan hijau. Mulai dari saat itu juga area tersebut ditanami berbagai macam pepohonan perindang. “Dulunya sempat punya rencana untuk membuat sebuah restoran seafood, namun karena satu dan lain hal akhirnya tidak jadi. Setelah berbagai pertimbangan dari owner, akhirnya kami memutuskan untuk membuat kafe dan resto seperti sekarang ini. Jadi untuk tempatnya sendiri memang merupakan ide dan konsep dari bapak (owner Ayongé Cafe and Resto),” imbuh Syaila menambahkan.

    Nuansa natural sudah nampak pada bagian fasad depan resto dengan aplikasi batuan alam yang begitu mendominasi. Memasuki ke dalam area resto, terdapat sebuah ruangan yang difungsikan sebagai area dapur dengan konsep open kitchen. Di dalam area bernuansa putih tersebut, pengunjung yang datang dapat menyaksikan live cooking show ketika chef sedang memasak sajian menu makanan pesanan pengunjung. Hal tersebut tentunya juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, karena tak banyak resto lain yang menggunakan konsep tersebut. Selain sebagai open kitchen, pada sisi lain juga terdapat sebuah area kasir dengan dekorasi yang cukup unik. “Jadi selain sebagai area dapur terbuka dan kasir, ruangan depan ini juga sebagai mini gallery dari karya-karya owner sebagai seorang seniman. Selain beberapa lukisan dan karya seni, barang-barang antik koleksi beliau juga dipajang di sini sekaligus menjadi dekorasi ruangan,” ujar Syaila.

    Memasuki lebih ke dalam area Ayongé Cafe and Resto, terdapat sebuah lorong masuk yang akan mengantarkan pengunjung menuju area garden belakang dengan suasana tropis nan asri. Tepat di ujung lorong masuk, terdapat sebuah bangunan menyerupai sebuah kapal laut yang dapat digunakan sebagai spot berfoto. Meskipun lokasinya berada tepat di tepi jalan utama dengan lalu lintas kendaraan bermotor yang begitu padat, namun suasana berbeda akan langsung terasa begitu memasuki area garden tersebut. Dominasi batuan alam serta pepohonan hijau nampak begitu terasa, ditambah dengan sebuah aliran sungai kecil yang terdapat di tengah area semakin memperkuat konsep natural di dalamnya. Pada sisi kanan terdapat beberapa saung kayu yang dapat digunakan pengunjung sebagai area makan berkonsep lesehan. Sedangkan di sisi kirinya, terdapat sebuah bangunan 2 lantai dengan dekorasi yang cukup menarik. Pada lantai bawahnya, terdapat beberapa table set kayu berpadu dengan aplikasi lantai tegel motif bernuansa klasik. Sebuah lampu gantung dengan cover berbentuk layaknya sebuah bubu atau perangkap ikan tradisional berbahan bambu dan beberapa lukisan karya dari pemilik menjadi pernak-pernik dekorasi yang semakin mempercantik tampilan interior. Sedangkan di bagian lantai atasnya, dekorasi yang diaplikasikan terbilang cukup simpel dengan view persawahan di sekitarnya.

    Beralih menuju ke area outdoor paling belakang, konsep natural yang diusung akan semakin dapat dirasakan oleh pengunjung. Beberapa meja pengunjung dengan material batu alam serta kursi kayu nampak tertata rapi di sepanjang tepian sawah. Dengan begitu, pengunjung dapat merasakan sensasi menikmati hidangan lezat sembari bersantai di pinggir sawah. Pada salah satu bagian juga terdapat sebuah ayunan yang dapat digunakan untuk bersantai maupun sebagai spot berfoto dengan background hijaunya area persawahan.

    Resto yang buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 20.00 tersebut menawarkan beberapa varian menu makanan olahan dari chef berpengalaman yang tentunya patut untuk dicoba. Mulai dari menu khas nusantara, Asian food, hingga menu western. Salah satu menu andalan dari Ayongé Cafe and Resto yaitu Montana Chicken Breast yang merupakan olahan daging ayam dengan creamy sauce dan pendamping berupa French fries serta sayuran. Ada juga menu lain yang diberi nama Surf and Tuff yaitu sajian makanan laut berupa udang yang dimasak dengan bumbu spesial. Untuk menu makanan ringan terdapat Starter Mix dan juga Mousse sebagai dessert.

    Kemudian untuk menu minuman terdapat beberapa pilihan yang dapat dipesan, mulai dari sajian minuman panas seperti kopi V60, hingga sajian minuman dingin berupa Coffee Base Red Velvet, Smoothies Banana Berries, dan Nutella Blast. “Untuk menu makanan di Ayongé memang cukup beragam. Kami menyediakan mulai dari sajian khas Nusantara, Asian food, hingga menu-menu western. Dengan tagline 'Makan Mewah di Pinggir Sawah', kami berharap dapat mengakomodasi segala segmen pengunjung yang datang ke tempat ini,” pungkas Syaila. Farhan – red

    AYONGÉ CAFE AND RESTO
    Jl. Wates Km. 8, Balecatur, Gamping,
    Sleman, Yogyakarta

    WhatsApp : 0878 3811 6757
    Instagram: ayonge.resto

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain