Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Kisi-kisi program kerja DPD REI DIY 2021-2024

    Kisi-kisi program kerja DPD REI DIY 2021-2024

    Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah berhasil menjalankan regenerasi kepemimpinannya untuk masa bakti 2021-2024. Disampaikan Ketua terpilih Ilham Muhammad Nur dan Ir. Ngatijan Suryo Sutiarso selaku Sekjen, bahwa “Di dalam kepengurusan masa kerja kami, pastinya kami sepakat untuk membuat bisnis properti Jogjakarta tetap eksis dan terus diminati pasar, walaupun adanya pandemi membuat tantangan relatif lebih berat. Siap berkontribusi lebih baik, dan kami berkomitmen untuk semakin produktif , kreatif, dan inovatif mendukung terciptanya investasi.”

    Secara umum program kerja kami penekanannya yaitu melanjutkan program kerja pengurus sebelumnya. “Karena kami adalah lembaga organisasi berbasis bisnis, yang bergerak di bidang real estate yang pastinya bermuara pada penjualan. Selanjutnya, kami ingin lebih intim dalam menciptakan sinergi dengan para stakeholder khususnya dengan Pemkab Sleman dan Pemkab Bantul. Bahwa bisnis properti memberi kontribusi terhadap negara, karena memberikan sumbangsih berupa setoran pajak sebesar 20 – 25 % dalam setiap transaksinya,” papar Ilham.

    “Secara khusus, kami akan memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur internal yang sudah ada, khususnya sistem informasi yang berbasis digital. Pandemi ini membuka mindset kita tentang solusi terhadap pembatasan sosial dengan cara mengoptimalkan jaringan online, misalnya optimalisasi website kami dan penggunaan media berbasis digital, seperti sosial media. Kesemuanya program bermuara produk perumahan garapan para anggota kami cepat laku dan laris,” lanjutnya.

    “Secara eksternal, kami akan lebih fokus terhadap membuat formula untuk mempermudah penjualan properti para anggota. Rencana kami akan membuat Sekretariat layaknya showroom bagi semua produk perumahan milik para anggota, nanti kita kemas layaknya Marketing offline. Besar harapan kami, keberadaan Ruang Sekretariat akan mempermudah koordinasi para pengurus dengan para anggota, sekaligus sebagai wadah untuk diskusi maupun silaturahmi,” imbuh Ngatijan Suryo Sutiarso.

    Program lainnya, kami berencana mengumpulkan para Wakil Ketua untuk membuat rancangan kerja tiap bidang yang menjadi tugas para wakil ketua secara jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Selanjutnya akan mengadakan Rakerda di tahun 2022, Mengadakan Diklat yang rutin khususnya di bidang digital, yakni Marketing IT, berkolaborasi dengan beberapa perbankan untuk membuat pameran secara online virtual mengingat kondisi masih pandemi.

    Prospek properti di Jogjakarta masih sangat potensial. Selain menjanjikan, bisnis properti diyakini mampu menyerap angkatan kerja relatif banyak. Jogjakarta memiliki jumlah besar dari angkatan kerja produktif, kami yakin mereka pasti butuh rumah,” terang Ilham.

    Pandemi Covid-19 rupanya tidak begitu mempengaruhi aktivitas bisnis properti. Tatkala bisnis yang lain terpaksa gulung tikar, justru bisnis properti tetap eksis. Memang, terjadi pasang-surut namun itu hal lumrah. “Ilham menjelaskan pada masa pandemi bisnis properti, khususnya wilayah DIY relatif tidak mengalami anjlog permintaannya, tetap banyak transaksi pembelian properti.

    Lebih lanjut mengenai kebutuhan rumah di DIY, Ilham mengakui masih terjadi backlog cukup besar. Sebagai gambaran, dari total 3 juta penduduk DIY masih ada ratusan ribu keluarga belum bisa membeli rumah. “Penduduk Jogja diprediksi sudah berkeluarga rata-rata mungkin 50 - 60 %. Artinya ada lebih kurang 1,5 juta keluarga, tetapi yang belum punya rumah 250 ribu, angka tersebut tergolong luar biasa.”

    “Salah satu solusinya ialah terwujudnya regulasi baru yang dituangkan dalam UU Cipta Kerja, yang terdapat perihal mengatur mengenai bank tanah. Nantinya Pemda juga diharapkan bisa mewujudkan bank tanah dalam rangka memberi hunian layak kepada masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” pungkas Ilham yang diamini Ngatijan. Wahyu Pras – red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain