Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Furnitur Upcycle Pembangkit Kenangan Karya MAIN INTERIOR

    Area workshop Main Interior
    Furnitur Upcycle Pembangkit Kenangan Karya Main Interior`
    Furniture bergaya rustic
    Table set kayu klasik
    Aplikasi furnitur lawas dengan sentuhan warna kekinian

    Bagi sebagian besar orang penataan interior ruangan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Kesesuaian dengan gaya dan idealisme penghuninya akan mempengaruhi kenyamanan saat berada di dalam rumah. Furnitur pengisi ruangan menjadi hal yang patut dipertimbangkan. Usahakan dalam satu ruangan terisi dengan satu langgam furnitur. Tidak harus satu warna, yang terpenting sesuaikan keharmonisan dan keseimbangan ruangan secara utuh. Salah satu gaya dekorasi yang saat ini sedang digandrungi adalah bergaya vintage. Gaya furnitur vintage akhir-akhir ini mulai dilirik sebagai pengisi interior ruangan yang memiliki karakter dan juga terkesan unik. Furnitur vintage biasanya akan merujuk pada sebuah furnitur-furnitur dengan model dan tampilan yang terlihat usang. Namun, di situlah letak keunikan dan estetika dari furnitur bergaya lawasan tersebut. Bahkan, karena bentuk dan tampilannya yang sudah kuno atau terlihat usang inilah yang membuat banyak orang mulai mencintai gaya tersebut.

    Dalam bisnis furnitur lawas, ada ceruk pasar yang masih cerah untuk digarap yakni restorasi furnitur vintage atau saat ini lazim disebut upcycle. Apalagi dengan tren kembali ke gaya retro, produk lawasan kini semakin banyak diburu. Selain memiliki gaya yang khas yakni model kaki yang mirip pensil, furnitur dari era retroristik di tahun 1950 hingga 1980-an umumnya dikenal memiliki kualitas bahan yang sangat baik, terutama untuk bahan kayu yang digunakan. Akan tetapi, agar bisa digunakan maksimal, tentunya perlu proses reparasi dan finishing untuk mengembalikan furnitur itu ke fungsinya semula dengan tampilan yang kekinian. Ide ini yang dilirik oleh pasangan suami istri, Salim Ahmadi dan Eka Riska R. ketika mendirikan Main Interior. Pasangan yang telah dikaruniai 3 orang anak yang juga memiliki usaha di bidang homestay ini menggeluti bisnis jual beli, rental, dan upcycle furnitur sejak tahun 2017 silam.

    Perkenalannya dengan produk furnitur lawas sebenarnya sudah berlangsung lama. Berawal dari hobinya berkeliling ke berbagai daerah dan juga pasar loak kemudian sering membeli barang-barang yang menurutnya antik. Lama kelamaan koleksinya semakin banyak sehingga dia mulai berpikir untuk menjualnya. Ternyata respon pasar saat itu cukup positif dan dia sadar peminat produk lawas cukup banyak. Salim lantas berniat untuk serius menggeluti bisnis jual beli dan restorasi furnitur lawas ini. Dia pun membangun Main Interior dengan model bisnis membeli furnitur lawas lalu merestorasinya dengan konsep retro minimalis, kemudian menjualnya kembali. Jika biasanya gaya tradisional jaman dahulu cenderung berwarna coklat kulit salak, warna coklat kemerahan dan hitam, kali ini dia melakukan improvisasi dengan memasukkan unsur gaya kekinian. Adapun bentuknya, biasanya tetap dipertahankan sesuai aslinya. “Barang lawas memang terkenal dengan bahan baku serta detail yang lebih baik dibanding produk-produk baru saat ini. Oleh karena itu, bahan-bahan yang digunakan untuk restorasi ini tidak sekedar mahal tetapi yang penting adalah bagaimana mengkreasikannya dengan gaya retro vintage. Kemudian punya pikiran untuk merestorasi barang-barang tersebut karena saya melihat potensinya untuk menjadi barang yang lebih bernilai. Apalagi sekarang tren dekorasi vintage juga sedang berkembang di masyarakat. Tentunya hal tersebut menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan,” ungkap Salim, sapaan akrabnya.

    Workshop yang beralamat di dusun Mranggen, kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut tidak hanya memproduksi furnitur dan dekorasi interior bangunan, namun juga menyediakan sebuah homestay dengan konsep vintage yang begitu kental. Selain disewakan, penginapan tersebut juga difungsikan sebagai galeri dan showroom dari produk garapan Main Interior agar konsumen lebih nyaman dalam memilih furnitur dan dekorasi yang ingin dipesan. “Untuk rumah pribadi dan homestay kami memang sengaja dikonsep klasik dengan sentuhan-sentuhan warna kekinian. Semua furnitur serta pernak-pernik dekorasi adalah hasil produksi Main Interior. Jadi ketika ada konsumen yang berminat, semua barang-barang yang ada juga dapat mereka beli langsung,” tambah Salim.

    Secara garis besar terdapat 2 macam barang antik ketika pertama kali diperoleh, yaitu barang yang dapat langsung dijual kembali dan barang yang memerlukan proses restorasi untuk mengembalikan bentuk dan fungsinya seperti semula. Proses restorasi dan produksi dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman di bidang perbaikan barang antik sehingga kualitas produk yang dijual kepada konsumen juga terjamin. “Ketika baru dapat barang biasanya ada beberapa yang perlu untuk diperbaiki juga. Namun kerusakannya hanya ringan, misalnya kalau yang berbahan besi perlu dilas lagi atau hanya sekedar dicat ulang agar tampilannya lebih menarik. Ya namanya juga barang bekas yang sudah termakan usia, jadi kerusakan ringan sudah biasa terjadi,” papar pria yang sempat menggeluti bisnis fashion tersebut.

    Selain berasal dari kalangan rumah tangga, konsumen Main Interior justru lebih banyak berasal dari proyek desain kafe, resto, hingga penginapan. Konsumen-konsumen tersebut juga lebih banyak didominasi dari daerah Jakarta dan kota-kota di sekitarnya. Kemudian untuk produk yang menjadi best seller dari Main Interior yaitu produk meja dan kursi klasik. Dari sisi harga yang ditawarkan terbilang bervariasi dan cukup terjangkau. Untuk pernak-pernik dekorasi mulai dari harga 100 ribuan, hingga table set klasik yang dihargai 5 hingga 6 jutaan. Kemudian untuk proyek kafe dan resto, Main Interior mematok harga di kisaran 30 jutaan tergantung dari tingkat kesulitan, bahan yang digunakan, serta luasan dari bangunan yang dikerjakan. “Di sini selain sebagai rumah pribadi dan juga homestay, juga tidak jarang disewa untuk sesi pemotretan untuk preweding hingga buku tahunan anak sekolah. Ya pada prinsipnya saya terbuka saja untuk hal-hal semacam itu, karena dapat membantu mempromosikan produk dari Main Interior agar dapat lebih dikenal masyarakat,” pungkas Salim.Farhan-red

    MAIN INTERIOR

    Alamat : Dusun Mranggen,
    Kecamatan Polokarto,
    Sukoharjo, Jawa Tengah.

    Telp. 0831 4463 0020
    IG. maininterior

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain