Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Aneka Kopi Dalam Negeri Nggone Mbahmu Coffee Roastery Klaten

    Nggone Mbahmu Cofee Roastery Klaten
    Coffee Bar modern bernuansa vintage
    Dekorasi interior coffee bar yang instagramable
    Ruang roasting dengan mesin lokal
    Aneka Menu Nggone Mbahmu Cofee Roastery Klaten

    Destinasi wisata yang selama ini dikenal di daerah Klaten antara lain Umbul Ponggok, mata air yang terkenal dengan wisata untuk snorkeling, atau Rawa Jombor dengan bukit Sidagora yang terkenal dengan 'tebar ketupat' saat lebaran Syawalan. Ada juga Deles, kawasan sejuk lereng gunung Merapi yang berada di wilayah Klaten. Di balik kawasan sejuk Deles itu ada potensi yang belum tergali. Di Desa Sidorejo dan Tegalmulya yang notabene berada di Lereng Merapi itu sejumlah petani menanam kopi. Itulah kopi asli Klaten dimana orang biasa mengenalnya dengan sebutan Kopi Merapi.

    Namun ironi yang terjadi di tengah maraknya coffeeshop yang menjamur saat ini, kopi sendiri masih menjadi "tanaman belakang rumah" alias belum menjadi komoditi andalan. Tak pelak, produksi kopi hanya merupakan sambilan, bukan produksi yang utama sehingga sulit mengharapkan produksi secara besar-besaran. Di sisi lain, mungkin hanya orang tertentu yang berani berspekulasi untuk membuka coffeeshop di kota kecil yang jauh dari kampus. Pertama, pengusaha bermodal besar. Kedua, penggila kopi. Kebetulan dua hal itu yang menyatu dalam diri Purnama Sidi yang kemudian memutuskan untuk terjun di dunia bisnis kopi dengan brand Nggone Mbahmu Coffee Roaster Klaten. “Kalau boleh jujur sebenarnya Nggone Mbahmu ini adalah bisnis nekat dan ambisius saya dan istri. Lha wong dari dulu saya tidak pernah hobi ngopi, sangat awam pengetahuan tentang kopi, namun tiba-tiba mendirikan coffee roastery seperti sekarang,” ungkap Purnama.

    Demi mewujudkan keinginan istrinya untuk terjun di bisnis kopi, Purnama rela menghabiskan waktu sekitar setahun penuh untuk menyelami dunia kopi dari tataran paling dasar yaitu menyangrai biji kopi. Aroma wangi yang keluar saat proses roasting biji kopi itulah yang menumbuhkan cinta pertamanya pada kopi. Satu jenis kopi dapat menghasilkan sekian banyak varian aroma dan cita rasa tergantung dari bagaimana cara menyangrainya. Suami dari Warih Irwanti tersebut mencontohkan, selisih sedikit saja ukuran suhu serta lamanya proses roasting, rasa yang dihasilkan akan berbeda. Hal tersebut yang membuat dirinya tertantang dan semakin mencintai dunia kopi.

    Saat pertama kali merintis usaha kopi, Purnama sempat mendapat komentar miring dari keluarganya. Sebab, sebelumnya Purnama terbilang sudah mapan secara finansial dengan mengelola bisnis trading minyak goreng, bisnis keluarga yang diwariskan secara turun temurun dari kakek dan ayahnya. Ayah satu anak itu mengaku keuntungannya tidak seberapa jika dibandingkan tenaga yang dia habiskan untuk melayani pelanggan yang datang ke Nggone Mbahmu. “Memang kalau dilihat secara materi, tidak ada apa-apanya dibanding dengan bisnis saya dulu. Namun di sini (Nggone Mbahmu Coffee Roaster –red), bertemu orang baru, ngobrol tentang kopi, saya menemukan kepuasan tersendiri yang tidak dapat ternilai oleh materi. Semua rasa lelah seakan langsung hilang setiap ada pelanggan yang menyatakan kepuasannya setelah menyeruput kopi buatan kami,” ujar pria yang akrab dipanggil Mbah Kung oleh para pelanggannya tersebut.

    Coffee Roastery yang telah beroperasi sejak 21 Juni 2017 tersebut beralamat di Jalan Bhayangkara No.93, Klaten. Lokasi Nggone Mbahmu Coffee Roaster ini tepatnya berada di samping Mapolres Klaten, atau sekitar 500 meter dari rumah dinas Bupati Klaten, juga sekitar 500 meter dari Stasiun Klaten. Terdapat tulisan “Nggone Mbahmu” terpahat di dinding batu sebagai penanda bagi para pengunjung. Gerai Nggone Mbahmu dikonsep dengan nuansa hunian khas Jawa. Penamaannya menggunakan kata-kata Jawa, logo pun dengan huruf Jawa. Hingga tulisan di depan pintu yang berbunyi "Ngopi Rumiyin Kersanipun Ketingal Waras” (Minum Kopi Dulu Biar Kelihatan Waras). Penjelasan yang disampaikan oleh Mbah Kung pun sering penuh dengan guyonan khas Jawa. Nggone Mbahmu juga cocok untuk wisata edukasi kopi. Ada ruang tunggu, ruang roaster, ruang racik, maupun halaman yang luas di depan. Pengunjung bisa praktik memilih kopi yang baik, menyangrai dan menghaluskannya, bahkan hingga menyeduhnya. Sejumlah buku tentang kopi, sejarah kopi, maupun seputar barista juga tersedia di sini.

    Selain menawarkan biji kopi berkualitas lengkap dengan edukasinya, coffee roastery yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2300 m² tersebut juga menyuguhkan sesuatu yang cantik dari sisi konsep bangunannya. Nggone Mbahmu menggunakan bekas bangunan tua yang sudah ada sejak jaman Belanda. Rumah bergaya kolonial tersebut dibeli oleh keluarga dari pemilik pertama seorang pengusaha kayu pada tahun 1983. Dulunya rumah tersebut terkenal dengan sebutan omah Balokan karena digunakan untuk aktifitas pemotongan balok-balok kayu. Namun di tangan Purnama dan istrinya, rumah tersebut disulap menjadi sebuah gerai kopi dengan nuansa vintage yang berpadu cantik dengan nuansa hijau nan sejuk. Halaman rumah yang cukup luas dikonsep dengan penambahan taman serta area untuk pengunjung menikmati kopinya. “Rumah ini sempat tidak ditempati lama. Kemudian saat memulai usaha di bidang kopi, istri saya mempunyai ide untuk memanfaatkan rumah ini. Akhirnya kami mengkonsep sendiri Nggone Mbahmu ini hingga menjadi seperti sekarang,” ungkap Punama.

    Pada sisi area halaman depan, jalan setapak didesain menggunakan batu alam yang mengitari rumput hijau yang tumbuh subur. Pada sudut taman terdapat sebuah gazebo kayu yang letaknya bersebelahan dengan sebuah kolam kecil dengan tanaman teratai di atasnya. Area gazebo tersebut cukup menjadi spot favorit pengunjung untuk bersantai sembari menikmati hidangan kopi yang disajikan. Suasana yang sejuk dan tenang membuat siapapun betah untuk berlama-lama di tempat ini. Beberapa area tempat duduk juga nampak tersebar di berbagai sudut taman, seperti di bawah pohon perindang yang sejuk. Pada sisi samping dari bangunan utama rumah, juga terdapat sebuah area duduk dengan beberapa table set minimalis di tepi sebuah taman.

    Beralih menuju bangunan utama gerai kopi yang beroperasi pada hari Selasa hingga Sabtu mulai pukul 13.00 – 18.00 WIB tersebut, kesan vintage seakan mempertegas kembali makna penamaan “Nggone Mbahmu” yang berarti milik kakek/nenekmu. Gaya bangunan lawas sengaja dipertahankan untuk memberikan nuansa hommy bagi para pengunjung yang datang. Penambahan beberapa pernak-pernik bergaya klasik, semakin mempercantik konsep bangunannya. Memasuki ruangan utama Nggone Mbahmu, dekorasi ruangan minimalis modern yang dibalut dengan dominasi warna putih nampak kontras dengan gaya eksteriornya. Desain bar pada sisi tengah ruangan tampil cantik dengan unsur batu marmer dan penambahan beberapa lampu gantung di atasnya. Berbagai jenis biji kopi dari berbagai daerah di Nusantara ditempatkan dalam toples-toples kaca yang tertata rapi pada etalase bar. Di dalam ruangan ini juga terdapat area tempat duduk dengan table set minimalis dengan kapasitas hingga 6 orang. Pada sisi dindingnya terdapat sebuah logo Nggone Mbahmu berbentuk lingkaran dengan lukisan bertema floral di sekelilingnya. Pada sisi lain dari ruangan utama tersebut, terdapat sebuah ruang mesin roaster lengkap dengan ruang penyimpanan biji kopi, baik yang sudah disangrai maupun belum. Momen ketika proses roasting menjadi saat yang ditunggu baik oleh pungunjung maupun owner sendiri, karena bau harum biji kopi yang sedang disangrai akan memenuhi seluruh ruangan tersebut.

    Karena konsep awal dari Nggone Mbahmu merupakan coffee roaster, bukan sebuah coffeeshop, jadi untuk menu yang disediakan masih terbatas pada sajian kopi saja. Terdapat 3 pilihan menu kopi yang dapat dipilih pelanggan selain berbagai jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Mbah Karyo dengan campuran kopi arabica dan robusta, mbah Mitro dengan dominan rasa fruity, dan Mbah Joyo dengan tingkat acidity rendah. Nggone Mbahmu Coffee Roaster memiliki sebuah signature blend yang diberi nama Ardeli. Nama tersebut merupakan kepanjangan dari Arabica Deles Indah karena jenis kopinya arabica yang berasal dari daerah Deles. Diantara berbagai jenis kopi yang dimiliki Nggone Mbahmu, terdapat sebuah menu spesial yang sebenarnya merupakan pendamping minum kopi saja, yaitu Kue Kelapa atau yang sering disebut dengan Kue Gandhos. Harga yang ditawarkan untuk produk kopi Nggone Mbahmu juga terbilang cukup terjangkau, mulai dari harga 45 ribu untuk kemasan 100 gram dan 90 ribu untuk kopi kemasan 250 gram. Kalau ditanya kopi apa yang menjadi andalan di sini, saya pasti nyebut kopi Klaten dan houseblend Nggone Mbahmu. Karena memang tujuan utama Nggone Mbahmu adalah promosi kopi lokal Klaten. Silakan dipilih mau digiling halus, medium, atau kasar. Atau mau mencoba grinding sendiri dengan beli alatnya sekalian. Nanti saya ajari sampai bisa," pungkas Purnama sembari berpromosi. Farhan-red

    Nggone Mbahmu Coffee Roastery Klaten

    Jalan Bhayangkara No. 93,
    Klaten, Jawa Tengah
    (0272) 3391555 / 08122756789
    Ig : nggonembahmu

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain